November 18, 2009

Sulitnya memotivasi diri untuk Berolah Raga

Assalamualaikum Wr.Wb.,
Temans, saat ini aku sedang dilanda kemalasan luarbiasa untuk mulai berolahraga.. Olah raga seringan apapun menjadi sangat berat dilakukan oleh seorang seperti aku. Logikanya, dengan bertambahnya usia, bertambahnya bobot tubuh, pastilah keinginan berolahraga dan hidup sehat sudah harus diNiati… tapi aku kok lain ya.. Malas banget… Dorongan dan ajakan yang terus menerus dari teman dan keluarga sebenarnya ngga kurang siih. Fasilitas sih ada mau berenang, jogging, golf, sampai fitness ada…. Mau di indoor or outdoor ada…. Jadi apalagi sih Tut…. Jangankan orang lain, diriku sendiri aja kesel sama kemalasan hati ini… duuuh…
Sejak kemarin aku mulai mempelajari rutinitasku sehari-hari…. Kupikir-pikir kok aku seperti ngga punya waktu lowong di pagi dan sore hari….sibuk banget ngurusi urusan Anak2 … Justru waktu lowongku ada di siang hari, waktu matahari lagi terik2nya…. Malas deh olah raga siang2…. Hm…. Sebetulnya sih bisa disiasati… (kalu mau!) wong dirumah ada treatmil…. Bisa juga jadi anggota fitness.. Kepinginnya di hati ini sih jalan pagi…. Cuma baru bisa di atas jam 8 nih…. Abis antar anak sekolah.... Niat begini ini sih udah sering dipikirin, tapi lagi-lagi Cuma rencana aja… Piye ya… bantu aku dong temans gimana caranya supaya punya motivasi tinggi berolahraga? Aku kan ngga mau dihari tua nanti jadi sakit-sakitan….gara-gara kurang olah raga…
“DIDALAM TUBUH YANG SEHAT ADA JIWA YANG SEHAT” Harus nih kalimat tersebut terpatri di hati ini..Wuuihhh…
Doakan aku ya temans semoga Niat ini terlaksana sebelum tahun 2010.. Amin… Wassalam.

Mei 21, 2009

Santai di Rumah....

Assalamu’alaikum Wr.Wb.,
Libur hari ini membuat aku dan keluarga sejenak lepas dari kesibukan rutin.... Suami boleh tidur lagi selepas Subuh, Anak-anak walaupun tetep bangun pagi boleh berleha-leha di kamarnya, sambil nonton film kartun kesenangan mereka. Aku sendiri santai buka-buka resep kue yang akan kupilih sesuai isi lemari dapurku...Hm.... kira2 kue apa ya yang cocok di hari libur ini.....O ya, Untuk sarapan pagi ini, sengaja kupilih menu simple, yaitu Nasi goreng telor ceplok. Gampang to?
Akhirnya resep kue yang kupilih untuk hari ini adalah Pizza mini kesenangan anak-anak .... Ada sosis, ada keju,tepung,mentega, ragi , saos tomat.. siip deh. Sementara aku membuat pizza, terdengar anak2 bernyanyi2 sambil berendam di bathup ... wah.... bakalan becek deh tuh kamar mandi... Ngga apa2 deh... pokoknya hari ini mereka bebas bermain....
Kurang lebih 1 jam, Pizza sudah matang... harumnya sampai tercium ke kamar mandi...Anak2 berteriak “Sudah mateng ya, Ma!”...Serentak mereka bergegas keluar kamar mandi hanya memakai handuk.... Eeh..... pakai baju dulu baru boleh makan Pizzanya...Dalam waktu sekejap Pizza sudah berpindah ke perut mereka....Ga lama kemudian Anak2 pamit bermain sepeda diluar... Hm... udara agak mendung nih.... “hati2 ya jangan jauh2 jalannya, kalau hujan langsung pulang! Kakak jaga adik ya....” Pesanku pada mereka.
Kulihat Mas sudah mulai turun ke bawah, artinya dia udah ga sabar menengok tanaman koleksinya. Dia agak penasaran, soalnya ada koleksinya yang kena kutu putih.... “Bahaya Mah, kalo menyebar bisa mati semua deh” Keluhnya.
Aku ngapain lagi ya.... Habis mandi nanti, aku mau baca novelku yang belum kelar dibaca.... Laskar Pelangi... Eh...Kelihatannya acara makan siang ke Lampia batal deh.... Jadi ya udah deh, nyiapin buat makan siang di rumah dulu aja...Udah dulu yach obrolan santainya.... Nanti kita buka topik yang lain...
Wassalam.

Mei 20, 2009

SMART PARENTING (Menjadi orang tua yang cerdas)

Ounteluwu, 20 Mei 2009 Jam 8.00 – 12.00 WIT.
Pembicara : Yusef J. Hilmi
Email : yusef_hilmi@yahoo.com
Web: http://yusefjh.blogspot.com

Workshop yang diadakan oleh IKI kali ini mendatangkan pembicara kondang Bpk Yusef Hilmi. Tema kali ini adalah Cara Cerdas Menjadikan Anak Cerdas.

Yang merupakan rangsangan Otak adalah:
- Oksigen
- Nutrisi ( gizi)
- Informasi
- Kasih sayang

Usia (0-7 thn) adalah Golden Age yaitu Usia yang paling efektif untuk menyerap berbagai fakta, sifat2 fisik dan kerumitan bicara (dari mulai belajar berjalan hingga mengucapkan ribuan kata).
Agar berjalan efektif adalah dilakukan dengan cara yang :
- Menyenangkan
- Bebas stres (tidak ada tekanan)
- Umpan balik positif
- Rangsangan Lingkungan

Otak manusia terdiri dari Otak kanan dan Otak Kiri. Otak Kanan lebih berpikir secara Kreatif (Intuitif,lagu& Musik, Gambar, Imajinasi). Otak Kiri lebih berpikir secara Analitik (Rasional, Analisis, Matematis)

Hal yang harus dilakukan kita sebagai orang tua adalah
- Merangsang fungsi otak kanan dan kiri anak secara seimbang
- Mendorong kemampuan anak untuk menggunakan kedua tangannya dengan sama baiknya.
- Gunakan Musik untuk membangkitkan reaksi otak kanan dalam situasi bila otak kiri sedang bekerja.

Modalitas Belajar :
- Visual : Belajar dengan cara melihat
- Auditorial : Belajar dengan cara mendengar
- Kinestetik : Belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh

Amati dan perhatikan type modalitas Belajar Anak anda, agar mudah bagi kita untuk menerapkan cara belajar mereka.

Rayakan selesainya tugas Anak anda ! Beri pujian !
Ini memberikan Anak Perasaan :
- Keberhasilan
- Kesempurnaan
- Kepercayaan diri
- Motivasi untuk pekerjaan berikutnya.

Bahasa tubuh mempengaruhi 50% komunikasi kita . Gunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi dengan Anak.

Aturan komunikasi :
- Mendengar dengan membiarkan Anak menyelesaikan pembicaraannya
- Bukan memecahkan masalah .
- Anggap benar segala omongan anak.

Pikiran Bawah Sadar , bisa digunakan untuk membangun komunikasi yang positif dengan Anak.
- Pada saat Anak baru terlelap, sentuh tangannya dan tatap antara dua matanya. Ucapkan dalam hati anda pernyataan sederhana yang kita harapkan terhadap anak kita. Mis: saya sangat sayang padamu.... mudah2an engkau menjadi anak soleh yang patuh pada orang tua... dlsb.
- Pengulangan : Pernyataan pendek dan sederhana yang kita sampaikan terus menerus dan berkali2 di dalam hati atau kita ucapkan dengan keras(20 kali) . Mis : untuk mendisiplinkan anak dalam belajar, membereskan mainannya dlsb.
- Hanya Berbicara dalam bahasa Positif. Jangan sering menggunakan kalimat JANGAN. Misalnya: Ubah kalimat “ Jangan Main Api bila ibu pergi” dengan kalimat Kalian boleh bermain boneka/ Mobil2an bila ibu pergi “

Mei 10, 2009

Rekreasi dan mancing dengan Raft

Malam itu mendadak sang Papa mengajak daku dan anak2 untuk bersiap-siap naik raft esok pagi. Kebetulan teman papa bersedia meminjamkan raft pribadinya untuk kami sekeluarga..Sontak anak2 berjingkrak-jingkrak kegirangan. Sedangkan aku, kebingungan.. wah bagaimana ya, esok pagi tepat jam 6.30, kebetulan aku diajak ibu-ibu SWL untuk berfoto bersama di 2 lokasi yaitu sawah dengan kostum petani dan padang golf dengan kostum berbeda... Paling tidak pasti menghabiskan waktu paling sedikit 2 jam, dan ini sudah direncanakan seminggu sebelumnya. Hm... gimana ya supaya anak2 tidak kecewa? Membatalkan acaraku juga tidak mungkin... karena foto2 ini bertujuan untuk bingkisan kenangan rekan kami yang akan pergi.
Setelah berembug, akhirnya dengan alasan akan mengajak beberapa teman papa, anak2anak dijanjikan akan berangkat pukul 10.00. Anak2 setuju... dan aku pun lega.. berarti acara berfoto bisa di teruskan.
Malam itu aku sudah siapkan semua keperluan berenang anak2, papa juga siap dengan semua pernak-pernik memancing..Hm... karena acaranya dadakan, ya udah menu makan yang bisa disiapkan ya cuma Spageti dan ayam goreng ...
Alhamdulillah jam 10 tepat kami berangkat ke lokasi ... disana sudah berkumpul Om Didi dan keluarga dan Om Radios dan keluarga.
Bismillahirrohmaan nirrohiim....Kami berangkat......Om Didi dengan sigap dan terlatih menjadi supirnya sedangkan Papa dan Om Radios bertindak sebagai navigatornya...
Hm...Udara yang sejuk menyibak rambut Indi dan Ifal, tidak panas juga tidak hujan...Aku tak henti2nya memfoto pemandangan indah disekeliling kami... Para Ayah sibuk berembuk mencari tempat yang paling nyaman untuk berlabuh ... harus enak buat mancing plus aman untuk berenangnya anak2. Para ibu sibuk bergosip ria.... sambil sesekali mengawasi anak-anak... Sungguh mengasyikan.
Horee... anak2 berteriak kegirangan waktu om Didi mulai menepi...artinya waktu berenang sudah tiba... Oke deh semua siap berenang, termasuk aku lo..Hari itu kami sangat menikmati acara rekreasi ini... Sesekali terdengar teriakan para Ayah bila kail pancingannya tertelan ikan... Lucunya Ikan yang terpancing lengkap dari yang sekecil teri sampai sebesar lengan ...Anak2 sibuk mencari kerang dan bermain air... Para ibu sibuk saling menyuapkan nasi plus lauk pauk ke para suami duuh... mesranya....mereka sampai lupa makan! Begitu pula anak2, selesai makan.... berenang lanjut lagi.
Jam Lima sore.... rasanya cukup untuk bersiap-siap pulang nih.... Hoam.... anak2 mulai ngantuk...Tapi dari tampang mereka masih terlihat ceria.... Alhamdulillah sampai deh ke daratan lagi...
Demikianlah cerita rekreasi kali ini... yang menurutku sangat memuaskan..

Mei 07, 2009

Sepuluh Tahun Sudah.....

Lebih 10 tahun yang lalu , jam 4 sore Mas-ku mengucapkan ikrar nikah.. Lancar dan tegasnya ucapan itu membuat aku menitikkan air mata... Alhamdulillah,serentak terdengar dalam gedung Andrawina saat itu... Kemudian kehidupan baru kita dimulai...Kadang keromantisan muncul , kadang pertengkaran pun muncul silih berganti. Lima tahun ya Mas, kayaknya kita saling mempelajari sifat dan karakter kita.. Mas-ku yang pendiam dan tertutup , ketemu aku yang agak ceplas ceplos .. (he..he, kata orang yang begini malah awet... InsyaAllah!). Kadang aku terkaget-kaget dengan sifat pendiamnya... begitu pula mas-ku melihat sifat kolokanku.....Terusterang dari sini aku banyak belajar dari Masku... Latihan Kemandirian dan ketenangan menghadapi masalah .. Terimakasih Mas.... Kehamilanku yang pertama cukup lama ditunggu... sekitar 1 tahunan. Kini Alhamdulillah diberi kesempatan Gusti Allah untuk momong 2 anak yang sehat.
10 tahun berumahtangga, buat aku masih terlalu dini untuk sebuah keawetan berumahtangga... Masih ada di hati ini untuk selalu berusaha mencari bagaimana sebenarnya menjaga kualitas hidup berumahtangga agar langgeng...
10 tahun berumahtangga, riak-riak gangguan itu bukan hanya muncul dari dalam tapi juga dari lingkungan luar keluarga... kadang lebih berat dihadapi, lebih berat dipahami, lebih berat dihindari...
Apa yang kami terima rasanya pedih sekali...Fitnah membuat kami di Dzolimi... yang kuat ya Mas... Kekuatan Mas merupakan magnet buat ku juga...Sabar, Ikhlas dan selalu berpikir positif saat ini.

Tadi pagi dalam ceramah Ustd Arifin di mesjid, berumahtangga itu niatnya Ibadah. Kuncinya masing-masing pihak harus bisa menahan amarah alias sabar, masing-masing pihak harus bisa memberi maaf. Jadikan Keluarga Sakinah, mawardah dan warohmah dengan cara menciptakan ketenangan , cinta kasih dan kasih sayang dalam rumah tangga tentu saja dengan landasan iman yang kuat..
Terimakasih ya Allah, untuk kebahagiaan yang telah kami nikmati sampai hari ini. Alhamdulillah.

Apa khabar...

Assalamualaikum Wr.Wb.
Dear all...

Aku bingung mau nulis apa ya....

Sudah lama sekali aku ngga update di sini...Bukannya bosan lo... Cuma keinginan buka dan update Blog-ku terkalahkan sama keinginan buka FB...... FB tuh bagai punya magnet lo... bayangkan saja aku yang tinggal di pelosok ini dalam waktu sekejap bisa ketemu temen2 lama , uh... temen 25 tahun yang lalu pun KETEMU... Foto2 jadul bermunculan, cerita2 lama terungkap lagi... Ajang Reunipun terlaksana dengan cepat....wah rasanya bahagia sekali...Belum lagi berbagai komentar yang membuat kita kadang tersenyum2, bahkan menitikkan air mata.. Bahkan ketika Line Net di kotaku terputus, aku sampai rela deh antri Line baru.... harga mahal rasanya tidak masalah hanya demi FB.... Bukan main ya...Ternyata demam FB bukan hanya aku.... Ibu-ibu di daerahku pun hampir semua aktif di FB... Yah begitulah kenyataannya.. Sekarang tiba2 aku kok kangen ya sama Blog-ku...wah kayaknya musti mulai upgrade lagi ya.....

Wassalam.

Agustus 08, 2008

Waspadai Bahaya Plastik

Teman-teman, baru-baru ini di RCTI diberitakan tentang beberapa kemasan botol plastik berbahaya...benar-benar membuat bulu kudukku merinding, masalahnya kandungan berbahaya pada plastik yang diberitakan juga termasuk botol susu yang selama ini dipakai putra putriku...bayangkan!Dan ironisnya lagi selama ini untuk mensterilkan botol susu tersebut aku selalu merebusnya... padahal ternyata justru dapat mengeluarkan bahan utama pembuat plastik yaitu Bisphenol-A ke dalam minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas . Di bawah ini ada artikel yang cukup informatif menurutku untuk sebagai bahan referensi kita memilih kemasan plastik .Aku kutip dari Blog Beritahabitat.Net. mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Bagaimana Mengenali Kemasan Plastik dengan Baik?

Perlu kita ketahui bersama bahwa secara internasional telah diatur kode untuk kemasan plastik, yang mungkin bagi kita yang awam sangat perlu untuk diketahui, karena tanda tersebut berkaitan dengan jenis bahan serta cara dan dampak pemanfaatannya bagi manusia. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1988 di Amerika Serikat dan diadopsi pula oleh lembaga-lembaga yang mengembangkan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization).
Secara umum tanda tersebut berada di dasar, berbentuk segi tiga, di dalam segitiga akan terdapat angka, serta nama jenis plastik di bawah segitiga, dengan contoh dan penjelasan sebagai berikut:

1. PET — Polyethylene Terephthalate

Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga
Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.
Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 %), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 %) Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, kenapa? Dijawab oleh artikel ini: Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker)
Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut dengan antimoni trioksida, yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan ataupun daur ulangnya, karena antimoni trioksida masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut. Terkontaminasinya senyawa ini dalam periode yang lama akan mengalami: iritasi kulit dan saluran pernafasan.
Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, pun bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

2. HDPE — High Density Polyethylene

Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga.
Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.
HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.
HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.
Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu


3. V — Polyvinyl Chloride

Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang.
Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.
PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC.
Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

4. LDPE — Low Density Polyethylene

Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE– LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.
Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.
Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.
Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP — Polypropylene

Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP– PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.
Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap
Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

6 . PS — Polystyrene

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS– PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja.
PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.
Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.
Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.
Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.
Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

7. OTHER

Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER– Other (SAN ? styrene acrylonitrile, ABS - acrylonitrile butadiene styrene, PC - polycarbonate, Nylon)
Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.
PC - Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.
Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.
Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.
SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.
Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.
SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan.

Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut?

Kita harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya plastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya polycarbonate), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Ini tidah berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali polycarbonate) bila memungkinkan. Bila tidak ada kode plastik pada kemasan tersebut, atau bila tipe plastik tidak jelas (misalnya pada kode 7, di mana tidak selamanya berupa polycarbonate), cara terbaik yang paling aman adalah menghubungi produsennya dan menanyakan mereka tentang tipe plastik yang digunakan untuk membuat produk tersebut.

Tips

  • Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan polycarbonate, cobalah pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, polyethylene, atau polypropylene.
  • Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, polypropylene, atau polyethylene. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
    Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.
  • Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
  • Bahan alternatif yang dapat digunakan adalah botol stainless steel atau kaca.
  • Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, yang dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik tersebut terlepas dan bereaksi dengan makanan lebih cepat. Hal ini pun dapat terjadi bila kemasan plastik digunakan untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak.
  • Bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di microwave oven.
  • Cobalah untuk menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan dan gunakanlah kemasan berbahan stainless steel atau kaca untuk menyimpan makanan atau minuman
  • Cegah penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan.
  • Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.
  • Terapkan, sebarkan dan ajaklah setiap orang di lingkungan rumah, kantor, sekolah, kampus, dan di manapun untuk mengetahui informasi ini dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.