Mei 20, 2009

SMART PARENTING (Menjadi orang tua yang cerdas)

Ounteluwu, 20 Mei 2009 Jam 8.00 – 12.00 WIT.
Pembicara : Yusef J. Hilmi
Email : yusef_hilmi@yahoo.com
Web: http://yusefjh.blogspot.com

Workshop yang diadakan oleh IKI kali ini mendatangkan pembicara kondang Bpk Yusef Hilmi. Tema kali ini adalah Cara Cerdas Menjadikan Anak Cerdas.

Yang merupakan rangsangan Otak adalah:
- Oksigen
- Nutrisi ( gizi)
- Informasi
- Kasih sayang

Usia (0-7 thn) adalah Golden Age yaitu Usia yang paling efektif untuk menyerap berbagai fakta, sifat2 fisik dan kerumitan bicara (dari mulai belajar berjalan hingga mengucapkan ribuan kata).
Agar berjalan efektif adalah dilakukan dengan cara yang :
- Menyenangkan
- Bebas stres (tidak ada tekanan)
- Umpan balik positif
- Rangsangan Lingkungan

Otak manusia terdiri dari Otak kanan dan Otak Kiri. Otak Kanan lebih berpikir secara Kreatif (Intuitif,lagu& Musik, Gambar, Imajinasi). Otak Kiri lebih berpikir secara Analitik (Rasional, Analisis, Matematis)

Hal yang harus dilakukan kita sebagai orang tua adalah
- Merangsang fungsi otak kanan dan kiri anak secara seimbang
- Mendorong kemampuan anak untuk menggunakan kedua tangannya dengan sama baiknya.
- Gunakan Musik untuk membangkitkan reaksi otak kanan dalam situasi bila otak kiri sedang bekerja.

Modalitas Belajar :
- Visual : Belajar dengan cara melihat
- Auditorial : Belajar dengan cara mendengar
- Kinestetik : Belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh

Amati dan perhatikan type modalitas Belajar Anak anda, agar mudah bagi kita untuk menerapkan cara belajar mereka.

Rayakan selesainya tugas Anak anda ! Beri pujian !
Ini memberikan Anak Perasaan :
- Keberhasilan
- Kesempurnaan
- Kepercayaan diri
- Motivasi untuk pekerjaan berikutnya.

Bahasa tubuh mempengaruhi 50% komunikasi kita . Gunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi dengan Anak.

Aturan komunikasi :
- Mendengar dengan membiarkan Anak menyelesaikan pembicaraannya
- Bukan memecahkan masalah .
- Anggap benar segala omongan anak.

Pikiran Bawah Sadar , bisa digunakan untuk membangun komunikasi yang positif dengan Anak.
- Pada saat Anak baru terlelap, sentuh tangannya dan tatap antara dua matanya. Ucapkan dalam hati anda pernyataan sederhana yang kita harapkan terhadap anak kita. Mis: saya sangat sayang padamu.... mudah2an engkau menjadi anak soleh yang patuh pada orang tua... dlsb.
- Pengulangan : Pernyataan pendek dan sederhana yang kita sampaikan terus menerus dan berkali2 di dalam hati atau kita ucapkan dengan keras(20 kali) . Mis : untuk mendisiplinkan anak dalam belajar, membereskan mainannya dlsb.
- Hanya Berbicara dalam bahasa Positif. Jangan sering menggunakan kalimat JANGAN. Misalnya: Ubah kalimat “ Jangan Main Api bila ibu pergi” dengan kalimat Kalian boleh bermain boneka/ Mobil2an bila ibu pergi “

0 komentar: